Pada musim penghujan ini tentu perlu dicermati dan diwaspadai penyebaran DBD, yaitu pada bulan Januari, Pebruari, Maret dan April. Kalau kita perhatikan pada bulan-bulan tersebut terutama di rumah kita, kalau kita cermat kita akan merasakan populasi nyamuk di rumah kita pastilah lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan lain.Lantas apa itu DBD ?.
DBD adalah kependekan dari Demam Berdarah Dengue. Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui nyamuk.
virus itu akan
menyerang trombosit (sel pembeku darah). BD
ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini mendapat virus dengue
sewaktu menggigit atau menghisap darah orang yang sakit DBD atau tidak sakit
DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus dengue.
Virus dengue yang
terhisap akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk
termasuk kelenjer liurnya. Bila nyamuk tersebut menghisap/menggigit
orang lain, virus akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang
dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, Aedes
aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan
chikungunya. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah
tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, Aedes aegypti merupakan
pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus
persebaran dengue di desa dan kota. Mengingat keganasan penyakit demam
berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara
mengendalikan jenis ini untuk membantu mengurangi persebaran penyakit demam
berdarah.
Ciri morfologi
Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran
sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi
sisik dengan gari-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya
tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri
dari spesies ini. Sisik-sisik pada tubuh nyamuk pada umumnya mudah rontok atau
terlepas sehingga menyulitkan identifikasi pada nyamuk-nyamuk tua. Ukuran dan
warna nyamuk jenis ini kerap berbeda antar populasi, tergantung dari kondisi
lingkungan dan nutrisi yang diperoleh nyamuk selama perkembangan. Nyamuk jantan
dan betina tidak memiliki perbedaan dalam hal ukuran nyamuk jantan yang umumnya
lebih kecil dari betina dan terdapatnya rambut-rambut tebal pada antena nyamuk
jantan. Kedua ciri ini dapat diamati dengan mata telanjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar